Sebuah Harapan yang Berawal dari Pandemi
Perjalanan dimulai pada tahun 2021, ketika pandemi COVID-19 menyebabkan proses belajar anak-anak di Sumba Barat Daya terhenti. Pembatasan aktivitas membuat banyak anak kehilangan kesempatan untuk belajar, sementara kesenjangan kemampuan literasi dan numerasi semakin terlihat.
Berangkat dari keprihatinan tersebut, kami mendirikan Learning Center Umma Manganne sebagai ruang belajar bagi sekitar dua puluh anak di sekitar STKIP Weetebula (kini Universitas Katolik Weetebula). Fokus awal kami adalah membantu anak-anak menguasai keterampilan dasar membaca dan numerasi sebagai fondasi untuk melanjutkan proses belajar mereka. Namun semakin lama kami mendampingi anak-anak, semakin kami menyadari bahwa hambatan yang mereka hadapi jauh lebih kompleks daripada sekadar kesulitan belajar.
Umma Manganne dalan bahasa lokal Sumba dialek Loura berarti tempat yang nyaman dan aman untuk menempa diri menjadi pribadi yang pandai, arif, dan bijaksana.
Belajar dari Lapangan
Kami menemukan bahwa sebagian anak harus berjalan kaki hingga 5-8 kilometer untuk datang ke Learning Center. Alih-alih meminta mereka terus datang, kami memutuskan untuk mendatangi mereka.
Dari sinilah lahir Klik-Klik, layanan pembelajaran bergerak yang secara rutin mengunjungi kampung-kampung terpencil. Mobil pertama kami terwujud berkat gerakan donasi masyarakat dan dukungan dari MIVA (Missionary Vehicle Association). Sejak saat itu, pelayanan YNHAN tidak lagi berpusat di satu tempat, tetapi hadir di mana anak-anak berada.
Pengalaman ini membentuk keyakinan kami bahwa pelayanan yang baik harus dimulai dengan memahami kebutuhan nyata masyarakat, bukan sekadar menjalankan program yang telah direncanakan.
Bertumbuh Bersama Komunitas
Seiring perjalanan waktu, kami memahami bahwa keberhasilan pendidikan anak tidak hanya ditentukan oleh kualitas pembelajaran. Kami mulai menemukan bahwa masalah gizi, kesehatan, kualitas guru, keterbatasan ekonomi keluarga, hingga kesempatan melanjutkan pendidikan merupakan faktor-faktor yang saling berkaitan.
Karena itu, YNHAN berkembang menjadi sebuah ekosistem pelayanan yang meliputi:
- pendampingan literasi dan numerasi;
- peningkatan status gizi anak;
- pengembangan ketahanan pangan keluarga;
- beasiswa bagi siswa dan mahasiswa;
- Learning Center dan layanan Klik-Klik;
- pengembangan CDIS (Child Development Information System);
- pengembangan social enterprise untuk mendukung keberlanjutan pelayanan.
Setiap program lahir dari pembelajaran di lapangan dan dirancang untuk menghilangkan hambatan yang menghalangi perkembangan anak.
Belajar Bersama, Bertumbuh Bersama
Kami percaya bahwa setiap orang dapat menjadi guru sekaligus pembelajar. Melalui Program Mengajar di Daerah 3T, mahasiswa Program Studi Matematika Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) menjalani pembelajaran selama satu bulan penuh di Sumba Barat Daya. Bersama anak-anak dan masyarakat, mereka tidak hanya mengajar, tetapi juga belajar tentang kehidupan, ketangguhan, solidaritas, dan bela rasa. Pengalaman tersebut melahirkan dua buku refleksi, Ole Dewa dan Wali Ate, yang menjadi dokumentasi perjalanan mereka.
Pada tahun 2024, kami juga menerima siswa Kelompok Belajar Semi Palar Bandung untuk hidup dan belajar bersama anak-anak di Sumba. Bagi kami, perjumpaan ini bukan sekadar program pertukaran, tetapi ruang di mana anak-anak dari latar belakang yang berbeda saling memperkaya pengalaman hidup.
Anak-anak Sumba belajar bahwa dunia mereka lebih luas dari yang mereka bayangkan. Sebaliknya, mahasiswa dan siswa dari kota belajar tentang kerja keras, ketangguhan, rasa syukur, dan makna berbela rasa. Kami percaya bahwa perubahan sejati lahir ketika setiap orang bersedia belajar satu sama lain.
Hari Ini dan Masa Depan
Dalam lima tahun pertama perjalanannya, kami telah bertumbuh dari sebuah ruang belajar kecil menjadi gerakan yang menjangkau sekitar 2.500 anak di 13 lokasi pelayanan, dengan lebih dari 1.200 anak aktif mengikuti berbagai program sepanjang tahun.
Perjalanan ini baru permulaan. Kami terus mengembangkan The NYALA Way sebagai pendekatan pengembangan anak berbasis komunitas yang mengintegrasikan pendidikan, kesehatan, keluarga, teknologi, dan keberlanjutan.
Kami percaya bahwa ketika satu anak memperoleh kesempatan untuk berkembang, satu keluarga akan menjadi lebih kuat. Ketika satu keluarga bertumbuh, satu komunitas akan berubah. Ketika komunitas terus bertumbuh, harapan akan diwariskan kepada generasi berikutnya.
**” Not all of us can do great things. But we can do small things with great love” – Mother Teresa of Calcutta
